Senin, 07 Januari 2013

ORGANISASI ( Halaman 15 )


Manfaat Adanya Organisasi Informal


  1. Dukungan terhadap tujuan organisasi. Dalam uraian mengenai karakteristik organisasi informal, telah disebut – sebut bahwa kelompok kerja mentapkan suatu standar perilaku dimana diharapkan para anggota melaksanakannya.
  2. Alat komunikasi tambahan. Organisasi informal memberikan saluran komunikasi tambahan bagi organisasi (perusahaan).
  3. Alat pemuas kebutuhan social. Fungsi lain organisasi informal adalah memberikan kepuasan dan stabilitas bagi kelompok – kelompok kerja.
  4. Membantu manajer yang kurang mampu. Dalam banyak hal, organisasi informal dapat membantu untuk mengimbangi keterbatasan manajer.
Peran – Salah (Dysfunction) Organisasi Informal
  1. Desas – desus. Dalam membahas “grapevine”, kita mencatat bahwa hal tersebut sering sangat memainkan peranan fungsional suatu organisasi. Tetapi selain itu “grapevine” tidak jarang menimbulkan penyebaran informasi yang merusak, menyimpang, tidak tepat, dan tidak lengkap. Hal ini yang disebut sebagai desas – desus, kabar angin, berita burung, layu, dan banyak istilah lain.
  2. Penolakan terhadap perubahan. Salah satu alas an berkembangnya organisasi informal adalah melestarikan nilai – nilai budaya atau status-quo mereka. Pelestarian nilai – nilai ini membuat cenderung menolak dengan keras setiap perubahan.
  3. Penyesuaian terhadap kelompok. Telah disebut di depan bahwa suatu organisasi informal mengembangkan standar perilaku yang diikuti oleh para anggotanya. Suatu keuntungan bagi organisasi formal bila standar tersebut berkaitan dengan hasil yang mempunyai kualitas tinggi. Tetapi bila standar itu mengganggu jalannya organisasi formal, ini jelas sangat merugikan.

ORGANISASI ( Halaman 14 )


Keith Davis telah mengidentifikasi adanya empat jenis jaringan komunikasi informal, seperti ditunjukkan gambar 9 – 3. Jaringan rantai kelompok (cluster chain) merupakan bentuk komunikasi informal yang paling sering terjadi.

Selasa, 20 November 2012

ORGANISASI ( Halaman 13 )

Sistem Informasi Informal
            Istilah “grapevine” sering digunakan sebagai sebutan sistem komunikasi informal dalam suatu organisasi. Ini dapat ditelusuri pada periode Perang Dunia ketika kawat – kawat telegraph dihubungkan dari pohon ke pohon seperti “grapevine”. Berita – berita yang dikirim melalui sistem seadanya ini sering menjadi kacau dan banyak terjadi kesalahan informasi. Konotasi negatif “grapevine” berkelanjutan sampai saat ini, yang sering dipandang mengikuti pola sebagai berikut : Sistem komunikasi informasi adalah sama dengan “grapevine”; “grapevine” sama dengan desas – desus; dan desas – desus dipandang jelek bagi organisasi. Walaupun sistem informal sering digunakan secara salah dan mempunyai berbagai bahaya potensial, sebagian besar teoritisi organisasi sekarang menyetujui bahwa komunikasi informal juga mempunyai banyak fungsi positif. Berbagai aspek positif dan negatif “grapevine” akan dibahas di belakang.
            Karena struktur organisasi informal akan selalu “hidup bersama” dengan struktur formal, maka aka nada sistem komunikasi informal dalam setiap organisasi formal.